<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cerita ica</title>
	<atom:link href="http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Feb 2010 00:20:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='senyumdulubarubaca.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cerita ica</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/osd.xml" title="cerita ica" />
	<atom:link rel='hub' href='http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diari-Q; &#8216;Idad DP2Q I</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2010/02/12/diari-q-idad-dp2q-i/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2010/02/12/diari-q-idad-dp2q-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:20:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Diari-Q]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2010/02/12/diari-q-idad-dp2q-i/</guid>
		<description><![CDATA[Terjemahan Q. S. Ali-‘Imran ayat 1 – 9 Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang 1. Alif Lam Mim. 2. Allah tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). 3. Dia menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=20&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terjemahan Q. S. Ali-‘Imran ayat 1 – 9</p>
<p>Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk</p>
<p>Dengan  nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</p>
<p>1.	Alif Lam Mim.</p>
<p>2.	Allah tiada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya).</p>
<p>3.	Dia menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) yang mengandung kebenaran, membenarkan (kitab-kitab) sebelumnya, dan menurunkan Taurat dan Injil,</p>
<p>4.	sebelumnya, sebagai petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman.</p>
<p>5.	Bagi Allah, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan di langit.</p>
<p>6.	Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.</p>
<p>7.	Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat yang muhkamat , itulah pokok-pokok Kitab (Al-Quran) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, “kami beriman kepadanya (Al-Quran), semuanya dari sisi Tuhan kami.” Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.</p>
<p>8.	(Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”</p>
<p>9.	“Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya.” Sungguh, Allah tidak menyalahi janji.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=20&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2010/02/12/diari-q-idad-dp2q-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudut Favoritku</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/18/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/18/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:36:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/18/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu ini (hampir satu bulan) saya hijrah dari kosan ke rumah bibi di Cibiru. Saya biasa naik angkot &#8220;Cileunyi-Cicaheum&#8221;, disambung Cicaheum-Ledeng&#8221;. Nah, dari Cibiru ke Cicaheum memakan waktu sekitar empat puluh lima menit. Kalau lagi kurang beruntung (ngetem, macet, dll), perjalanan bisa sampai satu jam. Total perjalanan dari rumah ke kampus amannya satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=18&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa minggu ini (hampir satu bulan) saya hijrah dari kosan ke rumah bibi di Cibiru.<br />
Saya biasa naik angkot &#8220;Cileunyi-Cicaheum&#8221;, disambung Cicaheum-Ledeng&#8221;. Nah, dari Cibiru ke Cicaheum memakan waktu sekitar empat puluh lima menit. Kalau lagi kurang beruntung (ngetem, macet, dll), perjalanan bisa sampai satu jam. Total perjalanan dari rumah ke kampus amannya satu setengah jam.</p>
<p>Biasanya angkot Cileunyi-Cicaheum yang ngetem depan perumahan masih kosong dan biasanya sudut favorit saya juga masih kosong. Ya, tempat duduk paling pojok yang menghadap ke jalan raya adalah sudut favorit saya!!</p>
<p>Dari sudut itu banyak hal yang bisa diamati: karakter supir angkot, para penumpang, pedagang asongan, pengamen, pengemis&#8230;</p>
<p>Di sudut itu, saya pernah memikirkan kenapa supir ngetem?<br />
Saat supir ngetem (padahal saya lagi buru-buru), ingin rasanya menghentak-hentakkan kaki, menggedor-gedor kaca, atau mencekik si supir dari belakang. Mungkin kita tidak tahu, pak supir harus mengejar setoran buat anaknya yang mau sekolah atau istrinya yang mau melahirkan.</p>
<p>Di angkot, saya pernah belajar protes. Asap rokok..!! Ini dia nih, yang bikin saya sebel-bel-bel. Mau negur langsung, orangnya sangar! Buka jendela lebar-lebar, tutup hidung dan mulut, heboh berkipas-kipas, dan pura-pura batuk. Kalau orang yang tahu diri biasanya langsung mematikan rokoknya (sebelum dibuang harus dimatikan dulu lah ya), ada pula orang yang lempeng-lempeng aja. Nah, menghadapi orang seperti ini saya pun akan batuk-batuk lebih keras dan lebih heboh.</p>
<p>Di angkot, saya pernah harus menunggu calon penumpang yang berjalan lambat<br />
pernah harus berbagi duduk dengan konfigurasi 7-5 (nyamannya kan 6-4, 6 penumpang di bangku kanan, 4 penumpang di bangku kiri)<br />
pernah mengalami macet parah (perjalanan dari Cibiru ke kosan menjadi 6 jam!!)<br />
pernah berkenalan dengan pelatih LSS ITB<br />
pernah ngobrol dengan seorang kakek tentang fiberglass dari bambu<br />
pernah disapa bayi sok kenal sok dekat yang tiba-tiba mencubit tangan saya<br />
pernah tertawa melihat anak laki-laki pipis di pangkuan ayahnya<br />
pernah terpesona oleh dua anak perempuan kembar yang pakai jilbab rapat (usianya sekitar 10 tahun)</p>
<p>pernah mendengarkan obrolan dua anak SMA tentang ITB<br />
pernah mencium bau keringat sekelompok kuli<br />
pernah harus menunggu lama uang kembalian<br />
pernah diturunkan seenaknya<br />
pernah kena macet karena calon presiden lewat<br />
pernah bayar ongkos dengan recehan seratus rupiahan<br />
pernah merasakan ekspresi kecewa pengamen saat tidak ada seorang penumpang pun yang memberi uang<br />
pernah melihat anak jalanan tidur di trotoar dan di atasnya terpampang megah spanduk kampanye capres<br />
pernah melihat sepasang kakek-nenek yang masih mesra di usia senja<br />
pernah melihat para perempuan yang kekurangan kain<br />
pernah melihat sepasang muda-mudi pacaran<br />
pernah melihat anak SMP merokok<br />
pernah melihat anak SD mencium tangan ibunya sebelum naik angkot<br />
pernah melihat anak laki-laki yang mirip adik saya<br />
pernah melihat seorang ibu yang beli daun singkong hampir satu karung<br />
pernah melihat seorang cucu menuntun neneknya<br />
pernah melihat seorang siswi SD menghapalkan PPKN<br />
pernah melihat pertengkaran supir dengan ibu-ibu yang bayar ongkosnya kurang<br />
pernah melihat pengamen yang cuping telingannya dibolongin gede nyanyi nasyid<br />
pernah melihat ibu-ibu pengemis sambil menggendong anaknya<br />
pernah melihat ibu dan anak gadisnya menenteng banyak belanjaan<br />
pernah melihat pengamen cilik turun saat angkot melaju<br />
pernah mengerjakan soal-soal di buku Hiskia Ahmad<br />
pernah memikirkan danus KIT<br />
pernah menghitung-hitung IP<br />
pernah menuliskan mimpi-mimpi<br />
pernah merumuskan visi misi hidup<br />
pernah merencanakan waktu pulang kampung<br />
pernah mengingat nama-nama teman lama<br />
pernah menyusun jadwal harian<br />
pernah ganti status facebook dan baca comment orang lain<br />
pernah sarapan pagi</p>
<p>pernah membaca novel &#8220;Gading-gading Ganesha&#8221;<br />
pernah mendengarkan curhat adik sepupu<br />
pernah tidur sampai bermimpi<br />
pernah&#8230;<br />
pernah..<br />
dan banyak &#8220;pernah&#8221; lainnya..</p>
<p>Yang jelas, saya bisa mengambil banyak pelajaran</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=18&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/18/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>R-A-P-I &#8211;&gt; RAPI !!!</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/r-a-p-i-rapi/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/r-a-p-i-rapi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:34:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sering kubertanya, mengapa Risha? Mengapa bukan Raisha? Mengapa Amilia? Mengapa bukan Amalia? Mengapa Pratiwi? Mengapa bukan Pertiwi? Dan kenapa dipanggil Ica? Mengapa bukan Riri? Oh, aku tidak tahu menahu hal apa yang melatarbelakangi almarhum kakek untuk menyematkan selembar nama &#8220;Risha Amilia Pratiwi&#8221; padaku, tentunya selain pengokohan bahwa Risha adalah putri Ibu Risnayati dan Bapak Halim. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=16&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kubertanya, mengapa Risha? Mengapa bukan Raisha?</p>
<p>Mengapa Amilia? Mengapa bukan Amalia?</p>
<p>Mengapa Pratiwi? Mengapa bukan Pertiwi?</p>
<p>Dan kenapa dipanggil Ica? Mengapa bukan Riri?</p>
<p>Oh, aku tidak tahu menahu hal apa yang melatarbelakangi almarhum kakek untuk menyematkan</p>
<p>selembar nama &#8220;Risha Amilia Pratiwi&#8221; padaku, tentunya selain pengokohan bahwa Risha adalah putri</p>
<p>Ibu Risnayati dan Bapak Halim.</p>
<p>Dan hari ini, setelah hampir 19 tahun, sebuah pesan tak sengaja kutemukan.</p>
<p>Inilah dia :</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<div>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Risha Amilia Pratiwi &#8220;Ica&#8221; &#8212;-&gt; R-A-P-I</p>
<p>Itu dia !! RAPI !!!</p>
<p>Risha, pernah nggak mengalami kejadian-kejadian ini:</p>
<p>Pagi hari sering terjadi gempa kecil di kosan karena penghuninya kesiangan berangkat kuliah.</p>
<p>Mengaduk-aduk tas di depan kosan karena mencari kunci gerbang.</p>
<p>Isi lemari jadi berantakan saat mencari buku tabungan.</p>
<p>Pake baju dan kerudung agak kusut karena belum disetrika padahal udah harus pergi.</p>
<p>Sarapan makan mie, makan siang mie, makan malam mie juga.</p>
<p>Habis olahraga, badan masih panas, malah minum es.</p>
<p>Bikin kaligrafi seharian sampai lupa makan.</p>
<p>Ngerjain e-learning sampai lupa tidur.</p>
<p>Fesbukan seharian sampai melalaikan banyak hal.</p>
<p>Cucian numpuk, baju di lemari nyaris habis.</p>
<p>Dompet ketinggalan di kosan.</p>
<p>Waktu mabit di rumah teman sikat gigi ketinggalan, jadi harus beli yang baru.</p>
<p>Riweuh nyari peniti dan pin.</p>
<p>Buku catatan kalkulus tidak bisa dibaca oleh orang lain saking abstraknya.</p>
<p>Kehilangan buku Hiskia Ahmad sehingga harus beli buku baru.</p>
<p>Janji-janji terlupakan karena tidak ditulis.</p>
<p>Ide-ide terlupakan juga karena tidak ditulis.</p>
<p>Pengeluaran tidak ditulis sehingga tahu-tahu uang habis.</p>
<p>Amanah banyak, tapi semuanya berantakan.</p>
<p>Terlibat di berbagai organisasi tetapi hanya berkontribusi serabutan.</p>
<p>Punya banyak teman tapi sering diabaikan.</p>
<p>Punya utang tapi lupa bayar.</p>
<p>Materi ujian banyak tapi waktu belajar tinggal satu malam.</p>
<p>Amalan harian tidak dicatat sehingga mempersulit evaluasi.</p>
<p>Adik-adik pada kabur karena tidak ditransferkan dengan baik dan benar.</p>
<p>Kepanitian terancam bubar karena personelnya pada kabur.</p>
<p>Salah kirim sms karena database berantakan.</p>
<p>Terlambat hadir dalam suatu pertemuan karena lelet.</p>
<p>Oh&#8230; Stop-stop-stop. Semua itu gambaran gw banget.</p>
<p>Hmm&#8230; Semua hal tersebut mungkin bisa diminimalisasi jika kita RAPI.</p>
<p>RAPI, tidak hanya secara lahir tetapi secara batin juga.</p>
<p>Rapi ilmunya, rapi amalnya.</p>
<p>Rapi sandang, pangan, papan.</p>
<p>Rapi dalam manajemen waktu.</p>
<p>Rapi dalam meng-handle amanah.</p>
<p>dan tentu saja RAPI dalam bervisi-misi.</p>
<p>(ah, tulisan ica sering berakhir nggak jelas gini)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=16&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/r-a-p-i-rapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Bapak Ganteng</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/menunggu-bapak-ganteng/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/menunggu-bapak-ganteng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Ini hanya cerpen biasa, yang dibuat semasa SMA (euleuh!!!). Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan peristiwa, itu hanyalah rekayasa. Setiap kali menatap foto itu, pasti lamaaaaaa… sekali. Soalnya saya suka sekali wajah di foto itu. Ganteng, gagah, berwibawa… hohoho…. Juga kali ini, saat Pak Mamat sedang menuliskan soal-soal matematika di papan tulis, saya lebih senang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=14&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini hanya cerpen biasa, yang dibuat semasa SMA (euleuh!!!). Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan peristiwa, itu hanyalah rekayasa.</p>
<p>Setiap kali menatap foto itu, pasti lamaaaaaa… sekali. Soalnya saya suka sekali wajah di foto itu. Ganteng, gagah, berwibawa… hohoho….<br />
Juga kali ini, saat Pak Mamat sedang menuliskan soal-soal matematika di papan tulis, saya lebih senang menatap lurus ke depan dengan sedikit mendongak, menatap Si Bapak Ganteng. Kalau Pak Mamat memergoki saya tidak memerhatikan pelajaran, tinggal menurunkan pandangan sedikit, dari potret pak presiden ke tulisan ukir Pak Mamat. Aman kan…<br />
“Neneng, kerjakan soal nomor satu!” perintah Pak Mamat. Saya maju lalu mengambil sepotong kapur tulis. Sebelum mulai menulis, saya sempatkan memberikan senyum termanis pada pak presiden. Kalau merasa soal itu sulit, saya akan memandang pak presiden, lalu soal itu mudah saja saya selesaikan. Kemudian Pak Mamat akan bilang kalau saya anak yang pandai. Hehehe…<br />
Ah, rasanya ingin sekali segera ujian nasional. Biar bisa sekolah di SMP kota, biar bisa sekolah pakai kerudung, soalnya saya dengar pak presiden itu orangnya sholeh. Pasti beliau suka sama anak perempuan yang kerudungnya rapi. Pokoknya, kalau saya sudah besar nanti saya harus ke kota!!<br />
…………………………………..<br />
Semakin hari saya semakin kagum sama pak presiden. Hari ini wajah beliau menghiasi halaman muka koran sebagai pahlawan penyelamat ekonomi Negara. Apa itu, ah entahlah saya tidak mengerti.<br />
Tiap pagi saya giat berangkat sekolah. Walaupun harus menempuh berkilometer-kilometer jalanan cadas dan menyusuri sungai dan pematang, saya tidak merasa lelah karena begitu sampai di kelas pak presiden akan tersenyum menyambut saya. Karena itu pula, sebelum masuk kelas saya selalu merapikan baju seragam dan mengelap sepatu yang lusuh belepotan debu. Tak lupa saya menyisir rambut dan mengepangnya supaya tampak cantik saat bertemu pak presiden.<br />
Oh ya, saya anak paling rajin menyapu kelas, lho!! Saya kan selalu datang paling awal, saat lampu di ruangan pak kepala sekolah belum dimatikan. Saya senang, selesai menyapu pak presiden akan tersenyum seraya berkata, “terima kasih, kamu adalah anak yang baik.”<br />
Saya semakin giat belajar karena ujian nasional semakin dekat. Pak presiden akan mengawasi saya saat belajar dan kalau mengalami kesulitan saya tinggal mendongak, lalu soal-soal itu terasa mudah.<br />
…………………………………………….<br />
Tadi pagi saya mendengar dari radio bahwa pemerintah akan memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Saya memimpikan bapak presiden datang k sekolah untuk memberikan uang yang banyak. Soalnya sekolah saya jelek, sih! Lihat saja lapangannya yang becek, kalau hujan kami tidak bisa upacara dan bermain di sana. Terus lihat deh ruangan kelasnya! Kumuh sekali. Jangan harap kalian akan menginjak keramik karena lantai sekolah saya hanyalah tembok yang setiap kali saya sapu, debunya semakin banyak.<br />
Jendela kelas kami tidak berkaca, kalau hujan deras kami akan menggigil kedinginan dan baju-baju serta baju-baju kami akan basah terkena bocoran air hujan dari atap yang bocor. Dinding juga bolong-bolong, teman-teman saya yang punya pacar adik kelas suka mengirim surat lewat lubang-lubang itu. Hihi.. romantis.<br />
Pak presiden, datang dong ke sekolah saya! Tolong tegur para guru yang sering terlambat atau malah tidak masuk sama sekali. Ya, saya tahu mereka sibuk mencari tambahan karena katanya gaji dari bapak tidak cukup. Bapak belum tahu ya, kepala sekolah saya pulang sekolah harus keliling kampung jualan batik!<br />
Pokoknya bapak harus datang bawa uang yang banyak! Saya rindu ingin bertemu bapak. Nanti saya akan mencium tangan bapak, lalu saya kenalkan pada emak. Emak pasti senang kalau gubuk kali dikunjungi orang hebat seperti bapak.<br />
Nanti saya ajak bapak keliling kampung. Kita main ke sawah, biar bapak tahu rasanya naik kerbau. Mobil bapak simpan saja di kantor kepala desa, soalnya jalan di kampung saya belum diaspal, takut mobil bapak rusak.<br />
………………………………………..<br />
Setiap hari saya selalu menunggu kedatangan bapak, tapi kok bapak tidak muncul juga? Apa bapak sibuk mengurus rakyat? Baiklah, nanti kalau bapak cuti tolong sempatkan mengunjungi kampung saya, ya! Saya tunggu, lho!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=14&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/menunggu-bapak-ganteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengingat Alif Kecil yang Terpinggirkan</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/mengingat-alif-kecil-yang-terpinggirkan/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/mengingat-alif-kecil-yang-terpinggirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Waktu bongkar-bongkar lemari di rumah, Ica menemukan gelang-gelang mainan berwarna perak. Hm.. itukan gelang-gelang yang dipakai buat nari waktu SD dulu. Krincing… krincing… gemerincingnya menghadirkan dunia lain, dunia Ica kecil yang berwarna. Terlahir sebagai putri pertama, Ica melengkapi kebahagiaan orangtuanya. Meskipun rada-rada galak, apapun yang dia minta selalu diusahakan oleh ayah dan ibunya. Ica kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=12&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu bongkar-bongkar lemari di rumah, Ica menemukan gelang-gelang mainan berwarna perak. Hm.. itukan gelang-gelang yang dipakai buat nari waktu SD dulu.<br />
Krincing… krincing… gemerincingnya menghadirkan dunia lain, dunia Ica kecil yang berwarna.</p>
<p>Terlahir sebagai putri pertama, Ica melengkapi kebahagiaan orangtuanya. Meskipun rada-rada galak, apapun yang dia minta selalu diusahakan oleh ayah dan ibunya.</p>
<p>Ica kecil senang sekali bermain ayunan, naik komidi putar, menangkap capung, melipat origami, menggambar, berenang di sungai, memetik buah pacar cina, bermain drama boneka, menggali sumur-sumuran, bermain congklak, bermain petak umpet, tanding loncat tinggi, juga mendengarkan cerita Si Kabayan dari kakek.</p>
<p>Ica kecil punya banyak waktu luang untuk membaca. Ya, membaca apapun. Tentang ini Budi, Cinderella, Joko Tingkir, sampai Jejak Langkah Soeharto. Jadi wajar, saat teman-teman baru mengenal “kata Ibu”, Ica sudah menggunakan “ujar dia” dan “cetusnya”.</p>
<p>Bapak sering mengajak Ica jalan-jalan naik motor ke kampung-kampung, mngunjungi rumah-rumah penduduk, atau sering juga kebut-kebutan ke pantai. Mamah suka sekali menjahit pakaian anak-anak, dan Ica dengan senang hati memakai gaun cantik buatan Mamah (itulah cara cerdas Mamah membuatku senang memakai rok).</p>
<p>Jika naik motor, Ica ingin di depan. Benar-benar bocah yaa.. kalau naik vespa, ica berdiri seperti anak kucing dalam keranjang.</p>
<p>Ica kecil begitu bebas terbang kesana kemari., hinggap di bunga manapun yang ia sukai. Ica kecil begitu ceria menyapa dunia yang berwarna. Ia punya orangtua yang mengasihinya, guru-guru yang ramah, teman-teman yang menyenangkan, tempat tinggal yang layak, buku cerita yang banyak…. Singkat kata, sederhana dan bahagia.</p>
<p>Kawan, mungkin masa kecilmu jauh lebih sempurna, jauh lebih hebat. Kecil-kecil sudah keliling dunia. Tidak banyak kawan, yang melewati masa-masa emas itu dengan bahagia!!</p>
<p>Pelan, “Si Alif Kecil – Snada” yang mengalun dari laptop membawaku kembali ke dunia saat ini.</p>
<p>Ketika malam datang mencekam<br />
Kulihat si Alif kecil yang malang<br />
Duduk tengadah ke langit yang kelam<br />
Meratapi nasib diri</p>
<p>Kilat menyambar hujanpun turun<br />
Semakin basah hatinya yang resah<br />
Kapankah semua ini kan berakhir<br />
Di jalanan penuh duri</p>
<p>Reff :<br />
Ya Allah tunjukkan jalan-Mu<br />
Pada si Alif kecil<br />
Agar ia dapat menahan cobaan<br />
Dan rintangan yang datang menghadang</p>
<p>Yaa Allah kuatkan hati<br />
Pada si Alif kecil<br />
Agar terbebas dari tirani<br />
Menuju cahya Illahi&#8230;<br />
Menuju cahya Illahi&#8230;</p>
<p>Ah, apakah si Alif kecil itu pernah ceria mengejar kupu-kupu?<br />
Apakah mereka punya teman sebaya yang mengajaknya menerbangkan layangan?<br />
Apakah mereka berkesempatan mengeja alif ba ta?<br />
Apakah mereka pernah tidur di kasur busa?<br />
Apakah jika lebaran mereka dibelikan baju baru?<br />
Apa mereka ingat berapa usianya?<br />
Apa mereka ingat kapan terakhir kali makan enak?</p>
<p>Padahal mereka layak, mereka berhak… memiliki dunia seperti dunia Ica.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=12&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/mengingat-alif-kecil-yang-terpinggirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ica Terlambat Diklat</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ica-terlambat-diklat/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ica-terlambat-diklat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:29:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Rekor!!! Selasa, 21 Juli 2009. Seperti yang sudah dijarkomkan pada malamnya, pukul 06.50 WIB hari itu ada diklat calon panitia lapangan PROKM 2009. Berhubung dua hari sebelumnya Ica kurang sehat sehingga mengungsi ke rumah saudara di Cibiru (Cibiru lagi, angkot lagi), Ica berangkat dari rumah pukul 05.45 WIB. Biasanya kalau pagi-pagi angkotnya cepet, satu jam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=10&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekor!!!</p>
<p>Selasa, 21 Juli 2009. Seperti yang sudah dijarkomkan pada malamnya, pukul 06.50 WIB hari itu ada diklat calon panitia lapangan PROKM 2009. Berhubung dua hari sebelumnya Ica kurang sehat sehingga mengungsi ke rumah saudara di Cibiru (Cibiru lagi, angkot lagi), Ica berangkat dari rumah pukul 05.45 WIB. Biasanya kalau pagi-pagi angkotnya cepet, satu jam juga nyampe.</p>
<p>Alhamdulillah, angkot yang Ica pilih ternyata supirnya keren banget. No ngetem, no lelet. bahagia dong, bentar lagi nyampe cicaheum, terus ganti angkot naik caheum-ledeng. Paling setengah jam lagi juga nyampe lapangan cinta. Saat itu waktu masih menunjukkan pukul 06.15.</p>
<p>Tanpa firasat buruk angkot mulai berlari di jalanan A.H.Nasution. Nah, mulailah petaka itu datang. Laju angkot mulai melambat mengikuti deret geometri, sampai akhirnya BERHENTI. Ternyata di depan sana barisan kuda-kuda besi sudah mengular. O-oww!!</p>
<p>Sejak saat itu angkotku kini bukan lagi kuda yang berlari kencang, tapi siput yang merayap. Kadang berhenti kelelahan, kadang bersemangat nyerobot. Waktu terus berlari sedangkan angkotku malah berhenti T_T..</p>
<p>A.H. Nasution lewat, Ahmad Yani menanti untuk ditapaki. Sama saja, macet makin parah. Akhirnya dengan perjuangan pak supir dan do&#8217;a dari segenap penumpang, angkot kami berhasi mencapai terminal Cicaheum. Plok-plok-plok.. namun sayang sekali, jam sudah menunjukkan pukul 06.50. Artinya Ica bakalan TELAT!!</p>
<p>Bergegas Ica ganti naik Caheum-Ledeng. Kirain kemacetan cukuplah sampai di sini, ternyata sodara-sodar&#8230;!!!!! Begitu sampai di Jl. Pahlawan, angkotnya BENAR-BENAR BERHENTI. Lamaaaaa.. seolah jalan adalah pembuluh kapiler yang hanya bisa dilalui eritrosit satu persatu.<br />
Ahh, padahal sudah pukul 07.15. Keterlambatan yang sangat fatal-tal-tal.</p>
<p>Tadinya Ica merencanakan untuk nggak ikut diklat sekalian daripada telat dan mencoreng nama baik seorang akhwat. Mulailah mencari alasan, nggak mau bolos soalnya absennya udah banyak. Yapp, ke BMG aja ah, mumpung lagi batuk ntar minta surat keterangan dokter (emang bisa gitu batuk doang dikasih keterangan sakit? tapi da batuk juga penyakit ya). Sayang seribu sayang, baru inget KTM-nya dipinjem teman n belum dibalikin.</p>
<p>Baiklah, nggak ada alasan lain dan emang nggak perlu alasan. Mending telat daripada nggak datang sama sekali. Ayoooo, Ica kan berani. Maju yuk, maju..</p>
<p>Angkot akhirnya sampai di W.R. Supratman. Alhamdulillah, lalu lintas sudah mulai bersahabat. Waktu menunjukkan pukul 07.36. Ckckckc.. bisa-bisa baru nyampe jam 8 nih!! ya udahlah ya, kepalang telat.</p>
<p>Akhirnya sampai juga di balubur. Waktu menunjukkan pukul 07.41. Hhhh&#8230; Ooopss, baru inget ni angkot caheum-ledeng nggak lewat gerbang ganesha. Akhirnya Ica turun dan ganti angkot SSC.</p>
<p>Waktu mununjukkan pukul 07.47. Ica berjalan mengendap-endap di selasar ATM. jamal udah dibuka doung. lihat-lihat kondisi dulu, lalu bisa mempertimbangkan bakalan terus maju atawa kabur. hehehe.. Ternyata yang lain lagi lingkar wacana dan ica tidak melihat tanda-tanda keberadaan danlap yang berjaga. Yu ah, dengan pede Ica melangkah. Biar batuk meradang, aku tetap siap berperang. Bismillah, majuuu&#8230;!!!!</p>
<p>O-oww, Ica sudah tidak bisa menghindar ketika danlap tersenyum penuh arti<br />
&#8220;Kenapa telat?&#8221;<br />
bla-bla-bla-bla<br />
&#8220;Ada kecelakaan?&#8221;<br />
bla-bla-bla-bla<br />
&#8220;Jam berapa berangkat dari rumah?&#8221;<br />
bla-bla-bla-bla<br />
&#8220;Mau hukuman apa?&#8221;</p>
<p>Akhirnya Ica memilih sendiri hukumannya. Oh, ya waktu itu ada seorang calon panitia lapangan juga yang telat, cowok. Waktu Ica datang beliau sedang berolahraga dengan didampingi sang danlap. hh..h.. seratus delapan satu.. hh.. hh.. seratus delapan dua..<br />
Widih, Ica langsung merasa sakit perut melihat beliau sit-up.</p>
<p>Untungnya hukuman Ica nggak berat. bending *** kali (jumlahnya rahasia saya dengan danlap, hehe)<br />
tapi patah hatinyaaa.. duhhh. Ica selalu merasa patah hati setiap kali terlambat, meskipun itu &#8220;cuma&#8221; satu menit.</p>
<p>Pokonya, besok nggak boleh terlambat lagi!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=10&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ica-terlambat-diklat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ritual Kembang Melati</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ritual-kembang-melati/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ritual-kembang-melati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang prioritas yang telah kita tetapkan kalah pamor sama jarkom. Bukan bermaksud protes apalagi mengeluh, hanya ingin meminta. Meminta izin, do’a, dan restu. Saya harus pulang kampung secepatnya. Sebenarnya tidak ada hal emergency yang mengancam keselamatan nyawa, hanya hape berdering lebih sering dari biasanya dan message yang lebih intens dari sebelumnya. Intinya, “kapan pulang?” Jum’at, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=7&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang prioritas yang telah kita tetapkan kalah pamor sama jarkom. Bukan bermaksud protes apalagi mengeluh, hanya ingin meminta. Meminta izin, do’a, dan restu. Saya harus pulang kampung secepatnya.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada hal emergency yang mengancam keselamatan nyawa, hanya hape berdering lebih sering dari biasanya dan message yang lebih intens dari sebelumnya. Intinya, “kapan pulang?”</p>
<p>Jum’at, 11 September 2009 ica memutuskan untuk segera kabur dari keriuhan kampus. Menuju Cibiru, keluarga Bibi yang ditinggalkan selama berminggu-minggu tanpa ada kabar aku sedang apa dan sedang di mana (halahh). Kalau tidak ada aral menghadang, besok paginya baru akan meluncur ke kampung halaman.</p>
<p>Biasanya kalau pulang cuma membawa tas ransel kosong. Enggak deng, paling isinya mushaf, charger hp, dompet, air minum, apalagi ya? Udah segitu. Berhubung di liburan sekarang banyak proyek yang harus diselesaikan (laporan biosistematika, genetika, kimia organik, anfiswan, esai analisis Ramadhan Bersama Mereka, apalagi yak?) jadi bawa banyak barang. Satu ransel berisi laptop doang (biar bisa dipangku di bus), satu ransel isinya buku-buku penuntun praktikum, baju, dan pernak-pernik lainnya. Satu lagi sebagai pelengkap berbusana (idihh..!!), tas jinjing kecil. Isinya? Apalagi kalau bukan botol kultur drosophila.</p>
<p>Kali ini mengambil jalur perjalanan yang tidak biasa. Alih-alih berangkat dari terminal, ica memilih untuk cari bus jurusan Cianjur dari tol Cileunyi. Berangkat dari rumah pukul 06.15 (telat 15 menit dari rencana karena kelamaan baca majalah Kartini yang meliput acara kontes Miss Beautiful Morals di Saudi Arabia), tiba di tol sekitar 15 menit kemudian.</p>
<p>Perjalanan Bandung-Cianjur biasa-biasa saja (tidur terus sih!). Sampai di Terminal Pasirhayam yang kosong melompong pukul delapanan. Setengah jam kemudian bus menuju Sukabumi baru datang. Perjalanan Cianjur-Sukabumi juga biasa-biasa saja karena sepanjang perjalanan tidur juga. Lagipula melihat deretan bangunan di pinggir jalan tak terlalu istimewa untuk mengalihkan duniaku..</p>
<p>Pukul 10an turun di ABC (entahlah nama asli daerah itu apa, yang jelas kondektur bakalan teriak, “ABC.. ABC..!!”). Kenapa tidak turun di terminal? Jawabannya supaya bisa jalan kaki bernostalgia menikmati suasana kota. Ica jalan kaki sepanjang pertokoan, sampai akhirnya bertemu dengan pasar kaget-yang-mau-tidak-mau-h</p>
<div>arus-dilewati. Becek, sumpek, bau, terik, gerahhh, bawaan banyak, rawan copet… haus? Sangadhh.. rasanya seperti cucian yang sudah kering dan merana.</p>
<p>Kusarankan bagi kalian untuk tidak terlalu mempercayai supir angkot yang merayu-rayu bilang, “hayu Neng, angkat ayeuna (berangkat sekarang).” Itu bohong, Kawan. Itu Bohong!!<br />
Hhh.. kira-kira pukul sebelas, sampai juga di Terminal Lembur Situ. Di sana sudah menunggu seorang kawan, Matematika ITB ’07. Lho, mana busnya?</p>
<p>Ya, di sinilah kami! Dalam suasana yang gerah abizz, bau asem, haus parah, berdesak.. duduk berdempetan di sebuah mini bus yang dalam bahasa lokal disebut elf. Dua orang akhwat dengan bawaan banyak bertumpuk di pangkuannya (laptop, satu tas kripik, dan kandang drosophila tentunya) asik-asik saja mengobrol tentang kuliah, da’wah, dan…**tiiiiiiit. Kami asyik mengobrol sampai rasanya 20.000 kata terlampaui.</p>
<p>Jika jalanan menuju Jampangkulon dianalogikan sebagai seekor ular, ular itu pastinya ular yang lincah. Meliuk ke kanan ke kiri tanpa peduli seberapa curam jurang-jurang yang menganga di tepiannya. Tapi tak dapat dipungkiri, alam liar Pajampangan luar biasa indah! Daerah Sukabumi selatan yang cantik sekaligus belum (terlalu) terjamah polusi.</p>
<p>Jika kalian ingin melihat hamparan perkebunan teh, kalian bisa menemukannya di sini. Jika kalian senang memandang tanaman-tanaman pisang tumbuh menclok-menclok di padang ilalang, silakan saksikan di sini. Atau kalian ingin melihat pohon-pohon besar menyeramkan menaungi jalan? Atau bunga-bunga liar yang bersembunyi dalam rerimbunan? Atau pohon-pohon karet yang berbaris rapi? Atau conifer yang menjulang? Atau kawanan (kawanan??) singkong di berjejer di pinggir jalan? Atau kumis kucing yang malu-malu? Atau mau lihat rumpun bamboo di pinggiran jalan? Jika beruntung, kalian dapat mendengar kicauan burung-burung dan nyanyian serangga hutan, bahkan oa/lutung/apalah itu namanya yang menjerit-jerit menyapa kalian, juga ayam yang bebas berlarian berkejaran. Dulu, dulu lebih amazing daripada semua itu! Dulu, ada hutan Pasirpiring yang benar-benar hutan belantara eksotik sampai-sampai orang yang baru pertama kali melewatinya tidak menyangka kalau setelah hutan itu akan ada pedesaan dengan konsep hidup yang sudah modern. Tapi manusia-manusia yang kelaparan memakan pohon-pohonnya sampai ke akar…</p>
<p>Ya, lupakan Pasirpiring. Mari kembali ke jalan pulang.</p>
<p>Selamat datang di rumah tanpa pagar! Selamat datang di area bebas macet dan tiada warnet !! (ini asumsi awal, ternyata setelah ditelusuri ada juga warnet, dengan tariff Rp7200 perjam). Ini rumah kami, JAMPANGKULON.</p>
<p>Hmmm, aroma rumah sudah mulai tercium. Kami melewati SMP yang kini pahebring-hebring sama RSUD di seberangnya. Terus melewati alun-alun yang padam dari gemerlap sebuah alun-alun pada umumnya. Dan berhentilah aku di depan Kantor Polisi. Ada seseorang berhelm merah dengan motornya yang sudah menunggu di sana. Hih, lagi-lagi pakai celana pendek. Dasar bocah!! “Hayu, Teh,” sapanya riang.</p>
<p>Motor kami melaju menembus kenangan yang menjulang di sepanjang jalan. Mengurai satu-satu kisah kocak masa kecil. Sekolah dasarku, pohon campolehku (apa sih bahasa indonesianya).. satu belokan lagi kami akan sampai. Rumah pelangi yang selalu kurindu untuk memasukinya. Ada mamah (tidak apdol kalau tidak pakai “h”) dengan dasternya tersenyum menyambut kami. Dua nenekku tergopoh-gopoh menyambutku juga.</p>
<p>Aku belum shalat dzuhur nih! Singkat cerita, aku menemui sujud pertamaku. Hmm.. sajadah wangi. Di tengah kering-kerontangnya kerongkonganku, wangi ini mengingatkanku pada teh melati. Ya Allah, lemah sekali hamba-Mu ini, ckckck.. tapi beneran wangi melati lho!! Suka deh…</p>
<p>Aroma melati menguap seiring dengan semakin berat kelopak mataku. Akhirnya tidur siang di kamar mamah, haha setelah sekian lama melewatkan siang di bangku laboratorium.<br />
Singkat cerita (lagi), adzan isya berkumandang. Mama sudah duluan pergi ke masjid dan ica masih di rumah ribut mencari kunci (penyakit kambuhan ni!!).</p>
<p>Saat sujud pertama, hm… wangi teh melati lagi. Padahal ini bukan sajadah tadi siang. Jangan-jangan saluran respiratoriku kemasukan teh melati tanpa kusadari.. oO-ow, yaiyalah wangi melati. Wong bunganya ngagunduk gitu di depan hidung. (aku baru menyadari kehadirannya setelah salam).</p>
<p>Kemudian mama dengan santainya memindahkan sekuntum melati ke lingkaran pertama pada motif sajadahnya. Setelah dua rakaat selesai, mama memindahkan melati di lingkaran pertama ke lingkaran berikutnya. Begitu seterusnya, tiap dua rakaat mama memindahkan melati itu sambil senyum-senyum. Mau coba ngetes ah, “berapa rakaat lagi , Ma?”. “Empat lagi, witir tiga,” jawab Mama sambil memperhatikan posisi terakhir melati itu.</p>
<p>Kalau diingat-ingat, Ramadhan tahun ini Mama lebih rajin tarawih ke masjid (sebelumnya nggak bertahan sampai bilangan hari keduapuluhan). Rupanya Mama punya teman tarawih, Bu Ati namanya. Beliaulah supplier melati itu. Mereka berdua, setiap dua rakaat tidak lupa memindahkan melati ke lingkaran berikutnya di sajadah. Ya, pekerjaan yang sangat menyenangkan, membuat lupa akan betapa ngebutnya dua rakaat tadi dan menyemangati agar melati sampai di lingkaran finish.<br />
Jadi semakin rajin taraweh, Ramadhan Mamah akan semakin wangi . . .</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=7&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/ritual-kembang-melati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersilat dengan lidah sapi</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/bersilat-dengan-lidah-sapi/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/bersilat-dengan-lidah-sapi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari datanglah seorang tetangga yang rumahnya berjarak dua rumah dari rumah kami, Aki Beben, begitu kami memanggilnya. Beliau yang peternak kerbau menawarkan daging pada Mamah. Berhubung anak-anak kurang suka daging kerbau dan lagi ingin ngirit, Mamah menolak penawaran tersebut. Tapi nggak enak juga kalau harus menolak secara langsung, bisi Akinya tersinggung. Akhirnya Mamah bilang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=5&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari datanglah seorang tetangga yang rumahnya berjarak dua rumah dari rumah kami, Aki Beben, begitu kami memanggilnya.<br />
Beliau yang peternak kerbau menawarkan daging pada Mamah.<br />
Berhubung anak-anak kurang suka daging kerbau dan lagi ingin ngirit, Mamah menolak penawaran tersebut.<br />
Tapi nggak enak juga kalau harus menolak secara langsung, bisi Akinya tersinggung.<br />
Akhirnya Mamah bilang, “Ki, aya letahna teu? Pesen letahna we, moal ah dagingna mah.” (Ki, ada lidahnya nggak? Pesan lidah aja, nggak ah dagingnya mah).<br />
“Aya. Iraha peryogina, Neng? Aki meuncit mundingna Sabtu (ada. Kapan perlunya? Aki menyembelih kerbaunya Sabtu),” jawab si Aki.<br />
“Euleuh, Sabtu teh nyeta bade angkat.  Pan lebaranna di Cibadak,” kata Mamah.<br />
“Kumaha atuh nya?” si Aki tampak kebingungan.<br />
“kieu we atuh, Ki. Meuncitna mah Sabtu wae, ngan eta letahna dipayunkeun diala (gini aja, Ki. Nyembelihnya Sabtu aja, tapi lidahnya diambil duluan),” kata Mamah sambil cengengesan.<br />
“Hor, kumaha maenya letahna heula diteukteuk nyah?(gimana, masa lidahnya dulu dipotong?) ” si Aki masih kebingungan.<br />
Beberapa lama kemudian si  Aki tertawa, baru ngeh rupanya. “Ah, ieu mah ari geus ngaheureuyan aki-aki teh (ah, ini mah kalau udah ngisengin kakek-kakek teh),” Ki Beben masih tertawa.<br />
Beberapa hari kemudian Aki Beben datang lagi ke rumah. “Neng, hampura nya Aki teu bisa nedunan pamenta. Teu aya letahna mah, kaburu ku batur. Dagingna we atuh (maafin Aki nggak bisa memenuhi permintaan. Nggak ada lidah mah, keduluan orang lain. Dagingnya aja atuh),” begitu katanya.<br />
Sambil senyam-senyum penuh kemenangan Mamah menjawab, “ah hoyongna oge letah, Ki.”<br />
Aki Beben akhirnya pamit sambil bilang, “Engke atuh nya pami aya letah ku Aki dianteurkeun kadieu (nanti atuh ya kalau ada lidah sama Aki dianterin ke sini).”<br />
Hmm, penolakan biasanya bisa menyebabkan fraktura hepatica (patah hati).<br />
Makanya kemaslah penolakan itu dengan “lidah sapi” yang membuat kedua belah pihak tidak merasa terdzolimi. Lebih umum lagi, jagalah kata-kata kita supaya tidak ada hati yang terluka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=5&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/bersilat-dengan-lidah-sapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lihatlah Anak-anak Kita Bermetamorfosis Sempurna!!</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/lihatlah-anak-anak-kita-bermetamorfosis-sempurna/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/lihatlah-anak-anak-kita-bermetamorfosis-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 15:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Drosophila melanogaster nama latinnya, dikenal dalam nama lokal sebagai lalat buah. Hewan ini bisa dijadikan sebagai alternatif hewan peliharaan. Jika Anda memelihara kucing, kelinci, burung, atau marmut… itu mah biasa. Miara drosophila melanogaster, ini luarrr biasa.. Tanggal 7 September 2009, anak-anak biologi 2008 mendapat oleh-oleh dari lab genetika, berupa seperangkat alat-alat: botol kultur dengan sumbat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=3&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Drosophila melanogaster</em> nama latinnya, dikenal dalam nama lokal sebagai lalat buah. Hewan ini bisa dijadikan sebagai alternatif hewan peliharaan. Jika Anda memelihara kucing, kelinci, burung, atau marmut… itu mah biasa. Miara drosophila melanogaster, ini luarrr biasa..</p>
<p>Tanggal 7 September 2009, anak-anak biologi 2008 mendapat oleh-oleh dari lab genetika, berupa seperangkat alat-alat: botol kultur dengan sumbat busa, botol kosong, cawan petri, kuas, busa, dan botol berpipet untuk wadah eter. Maklum baru pertama mendapat amanah barang-barang pecah belah, kami sangat berhati-hati menjaganya supaya selamat sampai kosan.</p>
<p>mau tahu isi botol kultur itu? Isinya pisang ambon lumut yang diberi ragi, sejauh ini harumnya masih sesegar pisang. Keesokan harinya di atas medium pisang muncul lapisan kapas berwarna abu-abu kecokelatan yang menyerupai koloni jamur. Sempat khawatir sih “kandang bayiku” terkontaminasi jamur, ternyata lapisan tersebut merupakan hasil fermentasi dari ragi.</p>
<p>Saya agak khawatir jika menangkap lalat buah sekarang tidak keurus dan kasian pula kalau mereka ikut pulang kampung, khawatir mati sebelum mereka sempat mendedikasikan diri untuk ilmu pengetahuan. Akhirnya diputuskan untuk menangkap lalat buah di kampung saja, siapa tahu lalat buah di kampong dagingnya lebih pejal (hekk, emangnya ayam kampung).</p>
<p>Pada tanggal 13 September 2009 pukul 11:41 WIB, dua puluh ekor lalat buah ditangkap. Tentu saja saya tidak menangkapnya sendirian. Gunakanlah konsep tolong-menolong di manapun anda berada. Saya bersinergi dengan nenek menjebak lalat buah dengan menggunakan umpan pepaya. Kegiatan ini cukup menegangkan tapi menyenangkan. Dua perempuan dua generasi bersiasat menaklukkan lalat-lalat kecil yang lincah.</p>
<p>Wuooo, saya punya amanah baru ni! Memastikan lalat-lalat parental kawin dan bertelur, merawat anak-anaknya, kemudian melepaskan parental generasi pertama. Secara singkat, metamorphosis sempurna lalat buah harus melewati fase telur  larva instar I  larva instar II  larva instar III  prepupa  pupa  imago.</p>
<p>Inilah euphoria drosophila melanogaster rupanya. Saya simpan kultur lalat buah itu di atas lemari di kamar. Saya pandangi setiap saat, saya putar-putar botolnya (berharap segera menemukan telur), saya buka tutupnya dan menghirup segar aroma pisang busuknya (hoeeekk..), saya pamerkan drosophila saya di facebook, saya perlihatkan botol kultur pada seisi rumah dan meminta mereka turut menjaganya, intinya saya benar-benar mempersiapkan diri menyambut kelahiran generasi baru pahlawan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pada tanggal 14 September 2009, di atas kertas saring dalam medium muncul titik-titik yang dicurigai sebagai telur. Tidak yakin, soalnya mirip serat-serat kertas gitu lah.  Jadi diputuskan untuk menunggu sampai hari berikutnya untuk mengidentifikasi apakah benar itu telur atau bukan.</p>
<p>Saya gelisah, khawatir drosophilanya mogok bertelur. Tapi saya tetap berharap semoga lalat-lalat betina yang cantik itu menyimpan banyak sperma dalam spermatekanya. Sambil menikmati masa-masa penantian, saya tetap setia mengamati botolnya dan berkonsultasi dengan kawan-kawan peternak yang lain. Jadi mikir, kegelisahaan perempuan yang tak kunjung dikaruniai anak barangkali lebih menyiksa daripada ini.</p>
<p>Setelah diamati lagi, abdomen lalat buah betina sudah membuncit. Iiihhh… gemezzz, pokoke cuantik tenan. Seperti ibu hamil, auranya memancar sampai membuat orang yang melihat jatuh cinta. Tanggal 15 September 2009, titik-titik yang dicurigai telur sudah berubah, ini rupanya yang dinamakan larva instar I. Ciri-cirinya sesuai dengan referensi, yaitu berukuran sekitar 1 mm, berwarna putih dan mulai aktif bergerak pada dinding botol.</p>
<p>Larva instar I berubah menjadi larva instar II (pengamatan tanggal 16 September 2009). Ciri-cirinya yaitu berwarna putih, berukuran panjang 2 mm dan diameter 0,5 mm, terdapat segmentasi pada tubuh, memiliki spirakel anterior, dan aktif bergerak.</p>
<p>Larva instar III teramati pada tanggal 17 September 2009. Ciri-cirinya adalah tubuh berwarna kekuningan, berukuran panjang 4 mm dan diameter 1 mm, terdapat spirakel anterior, tubuh terlihat bersegmen, dan di ujung posterior ada tonjolan.</p>
<p>Bayangkan, kalian mempunyai banyak larva yang bergerak merayap di dinding botol kaca!! Itu adalah tarian terindah yang pernah saya lihat. Perhatikanlah tubuh-tubuh mungil itu bergerak mendekati sumbat busa (bagian yang kering). Lihatlah mereka menggeliat-geliat masuk ke celah sumbat busa. Apakah mereka mengobrol satu sama lain? Apakah mereka mencari-cari ibunya?</p>
<p>Larva-larva tumbuh semakin lincah, bahkan kini sudah bisa merangkak dan giginya mulai tumbuh (lho, bohong itu!!). Rasanya jadi sering mendengar pertanyaan, “apa kabar lalatmu, Buuu?” hoho, kami seperti ibu-ibu hamil yang saling bertukar kabar dan berbagi informasi sambil menunggu kelahiran anak-anak kami.</p>
<p>Setelah kemunculan larva instar III, lapisan hasil fermentasi yang menyerupai kapas menjadi hilang, medium yang awalnya berwarna kuning kecokelatan (warna alami pisang) berubah bagian atasnya menjadi cokelat kehitaman dan di bagian dasarnya terlihat ada bagian yang berwarna oranye. Kadar mediumnya pun menyusut. Selain itu, tampak saluran-saluran dalam medium yang merupakan hasil penggalian larva.</p>
<p>Prepupa teramati sekitar 13 jam kemudian (tanggal 18 September 2009). Tubuhnya memendek, berwarna putih dengan spirakel yang membalik. Bentuknya seperti butir-butir beras, hanya lebih kecil. Prepupa itu rupanya pendiam, mereka anteng tidak bergerak meskipun sudah digelitiki (bohong lagi!). Ya, prepupa sudah seharusnya diam karena Allah memang menyuruhnya diam. Coba bayangkan jika mereka seperti manusia, suka membangkang, akankah fase berikutnya bisa dilalui?</p>
<p>Prepupa mulai menjadi pupa, teramati 6 jam kemudian. Pupa ini tubuhnya mengeras berwarna cokelat muda, tidak bergerak, memiliki dua tangkai di bagian kepala, dan segmentasi tubuh terlihat sangat jelas. Lama-lama bagian tubuh pupa berubah menjadi cokelat tua. Pupa tidak hanya menempel di kaca botol media, banyak yang masuk ke dalam pori-pori sumbat busa, menumpuk di atas kertas saring, dan ada yang masuk ke dalam medium.</p>
<p>Kalau dilihat dari sudut pandang orang yang tidak sedang jatuh cinta, sejujurnya pupa-pupa itu sangat menjijikan. Sudah seperti ratusan belatung saja mereka. Berkoloni nemplok-nemplok di kertas saring. Cokelat-cokelat seperti wijen. Apalagi medium pisang yang semakin busuk, menguar aroma asem-asem sengak gitu.  Tapi jika kalian mengikuti prosesnya dari awal, yang akan kalian lihat adalah keindahan! Mereka sudah sejauh ini, sudah mencapai pupa. Yang membuatnya indah adalah kesabaran penantian kita, ketidakmengeluhan kita, keingintahuan kita, dan tentu saja karena kita menerima mereka apa adanya. Kita mensyukuri keberadaan mereka.</p>
<p>Nah, setelah teramati adanya pupa yang muncul, lalat-lalat parental dikeluarkan dari botol medium tanggal 18 September 2009. Saat dikeluarkan, jumlah lalat-lalat parental tinggal sekitar 10 ekor. Ternyata banyak lalat yang mati. Selamat jalan kawan-kawanku! Percayakanlah anak-anak kalian padaku..</p>
<p>Dari pupa menjadi imago ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedang apa ya anak-anak itu dalam pupa mereka? Mungkin mereka sedang bersemedi, merenung untuk mempersiapkan strategi fasa kehidupan selanjutnya.</p>
<p>Semakin lama rasanya semakin tumbuh rasa sayang pada mereka. Rasanya selalu ingin bersama mereka, menjaga mereka, memastikan perkembangannya berlangsung normal, menjamin makanan dan tempat tinggal mereka. Bukan hanya kewajiban terhadap penelitian genetika! Apakah setipe perasaan yang dirasakan ayah bunda kita? Yang selalu ingin menyayangi tanpa tendensi, memberi tanpa meminta ganti. Subhanallah, saya yakin perasaan ayah bunda kita lebih dahsyat daripada ini!!</p>
<p>Pupa-pupa rupanya masih asyik bersemedi. Ayolah segera bangun! Apakah kalian takut dunia ini akan berlaku kejam pada mereka sehingga kalian merasa lebih aman tinggal dalam pupa?</p>
<p>Pada pengamatan tanggal 21 September 2009, alhamdulillah pupa sudah berubah menjadi imago. Lalat yang muncul bertubuh relatif lebih kecil dibandingkan ukuran parentalnya, panjang sekitar 2 mm. Lalat-lalat itu bertubuh pucat dan belum mampu terbang karena sayapnya masih terlipat. Akan tetapi lalat tersebut terlihat sangat aktif berjalan. Mungkin kalau bayi masih merah kali ya.</p>
<p>Senang rasanya menjadi saksi metamorphosis sempurna drosophila melanogaster. Fantastic!! Allah, si kecil lalat buah ternyata juga harus melalui serangkaian proses untuk mencapai maturasinya. Delapan hari, delapan hari yang mereka butuhkan untuk memutar siklus hidupnya (Sebenarnya tergantung pada banyak faktor sih, seperti suhu, kepadatan medium, kepadatan populasi, dan ketersediaan makanan). Relatif singkat ya, kawan? Bila dibandingkan dengan siklus hidup kita. Mereka begitu patuh, tanpa keluh, melewati setiap fasa yang Engkau tetapkan. Mereka adalah pelajaran bagi siapa saja yang berpikir.</p>
<p>Memelihara lalat, hanya menjadi pekerjaan bodoh jika dilakukan dengan “polos” untuk mendapat nilai praktikum. Mana warna yang hendak kau nikmati keindahannya? Perhatikanlah, dengarkan apa hikmah yang hendak mereka sampaikan pada manusia? Mungkin berupa request jundi terhadap khalifahnya.<br />
Pada pengamatan 6 jam kemudian, lalat sudah bisa terbang. Finally, mereka sukses menyambung kelangsungan hidup spesiesnya.</p>
<p>Yaah, kisah ini nyaris berakhir dengan indah ketika sebelas menit menjelang pukul sebelas, tanggal 25 September 2009, terjadi kecelakaan yang mengubah segalanya.<br />
Begini ceritanya, pagi itu saya memutuskan untuk mrmbawa lalat-lalat itu jalan-jalan naik motor. silaturrahim ke rumah teman-teman.</p>
<p>Sampailah di rumah seorang teman. Saat mau mengambil sesuatu dari tas, dari tas yang terbuka, terbanglah segerombolan makhluk mini nan cute dan sepertinya saya sangat mengenalnya. sesaat sempat tertegun sampai akhirnya menyadari bahwa lalat buahku LEPASSSSSS&#8230; Setelah dicek, ternyata ada tangan-tangan gaib yang membuka sumbat busanya, mungkin botol itu terguncang-guncang saat dalam perjalanan. Mungkin lalat-lalat itu bersatupadu mendobrak sumbat seperti yang dilakukan Nemo dan ikan-ikan yang terjerat nelayan..</p>
<p>Sedih sekali, sedih rasanya kehilangan kesempatan&#8230; kesempatan mengucapkan selamat jalan buat mereka dan melihat mereka mengisyaratkan salam perpisahan&#8230;</p>
<p>Padahal sebenarnya toh nanti juga mereka akan dilepas, tapi ya itu tadi. Tidak sempat mengadakan farewell party dengan mereka. hikkssss&#8230;</p>
<p>Untung saja kelompok lalat buah ini belum mendapat perlakuan khusus. Bayangkan jika gen-gen mereka sudah direkayasa dan mereka terbang bebas ke sana ke mari. Hiiiyyyy&#8230;</p>
<p>Adapun lalat-lalat yang kurang beruntung, kurang gesit, mereka masih merangkak-rangkak di dinding botol. Ah kasihan, rupanya kalian adalah golongan yang tertinggal dan tak terbebaskan&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=3&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/lihatlah-anak-anak-kita-bermetamorfosis-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/hello-world/</link>
		<comments>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 14:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>senyumdulubarubaca</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=1&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/senyumdulubarubaca.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=senyumdulubarubaca.wordpress.com&amp;blog=9935897&amp;post=1&amp;subd=senyumdulubarubaca&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://senyumdulubarubaca.wordpress.com/2009/10/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aa1aaa5dbda50a866671771bfee3134b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">senyumdulubarubaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
