Rekor!!!
Selasa, 21 Juli 2009. Seperti yang sudah dijarkomkan pada malamnya, pukul 06.50 WIB hari itu ada diklat calon panitia lapangan PROKM 2009. Berhubung dua hari sebelumnya Ica kurang sehat sehingga mengungsi ke rumah saudara di Cibiru (Cibiru lagi, angkot lagi), Ica berangkat dari rumah pukul 05.45 WIB. Biasanya kalau pagi-pagi angkotnya cepet, satu jam juga nyampe.
Alhamdulillah, angkot yang Ica pilih ternyata supirnya keren banget. No ngetem, no lelet. bahagia dong, bentar lagi nyampe cicaheum, terus ganti angkot naik caheum-ledeng. Paling setengah jam lagi juga nyampe lapangan cinta. Saat itu waktu masih menunjukkan pukul 06.15.
Tanpa firasat buruk angkot mulai berlari di jalanan A.H.Nasution. Nah, mulailah petaka itu datang. Laju angkot mulai melambat mengikuti deret geometri, sampai akhirnya BERHENTI. Ternyata di depan sana barisan kuda-kuda besi sudah mengular. O-oww!!
Sejak saat itu angkotku kini bukan lagi kuda yang berlari kencang, tapi siput yang merayap. Kadang berhenti kelelahan, kadang bersemangat nyerobot. Waktu terus berlari sedangkan angkotku malah berhenti T_T..
A.H. Nasution lewat, Ahmad Yani menanti untuk ditapaki. Sama saja, macet makin parah. Akhirnya dengan perjuangan pak supir dan do’a dari segenap penumpang, angkot kami berhasi mencapai terminal Cicaheum. Plok-plok-plok.. namun sayang sekali, jam sudah menunjukkan pukul 06.50. Artinya Ica bakalan TELAT!!
Bergegas Ica ganti naik Caheum-Ledeng. Kirain kemacetan cukuplah sampai di sini, ternyata sodara-sodar…!!!!! Begitu sampai di Jl. Pahlawan, angkotnya BENAR-BENAR BERHENTI. Lamaaaaa.. seolah jalan adalah pembuluh kapiler yang hanya bisa dilalui eritrosit satu persatu.
Ahh, padahal sudah pukul 07.15. Keterlambatan yang sangat fatal-tal-tal.
Tadinya Ica merencanakan untuk nggak ikut diklat sekalian daripada telat dan mencoreng nama baik seorang akhwat. Mulailah mencari alasan, nggak mau bolos soalnya absennya udah banyak. Yapp, ke BMG aja ah, mumpung lagi batuk ntar minta surat keterangan dokter (emang bisa gitu batuk doang dikasih keterangan sakit? tapi da batuk juga penyakit ya). Sayang seribu sayang, baru inget KTM-nya dipinjem teman n belum dibalikin.
Baiklah, nggak ada alasan lain dan emang nggak perlu alasan. Mending telat daripada nggak datang sama sekali. Ayoooo, Ica kan berani. Maju yuk, maju..
Angkot akhirnya sampai di W.R. Supratman. Alhamdulillah, lalu lintas sudah mulai bersahabat. Waktu menunjukkan pukul 07.36. Ckckckc.. bisa-bisa baru nyampe jam 8 nih!! ya udahlah ya, kepalang telat.
Akhirnya sampai juga di balubur. Waktu menunjukkan pukul 07.41. Hhhh… Ooopss, baru inget ni angkot caheum-ledeng nggak lewat gerbang ganesha. Akhirnya Ica turun dan ganti angkot SSC.
Waktu mununjukkan pukul 07.47. Ica berjalan mengendap-endap di selasar ATM. jamal udah dibuka doung. lihat-lihat kondisi dulu, lalu bisa mempertimbangkan bakalan terus maju atawa kabur. hehehe.. Ternyata yang lain lagi lingkar wacana dan ica tidak melihat tanda-tanda keberadaan danlap yang berjaga. Yu ah, dengan pede Ica melangkah. Biar batuk meradang, aku tetap siap berperang. Bismillah, majuuu…!!!!
O-oww, Ica sudah tidak bisa menghindar ketika danlap tersenyum penuh arti
“Kenapa telat?”
bla-bla-bla-bla
“Ada kecelakaan?”
bla-bla-bla-bla
“Jam berapa berangkat dari rumah?”
bla-bla-bla-bla
“Mau hukuman apa?”
Akhirnya Ica memilih sendiri hukumannya. Oh, ya waktu itu ada seorang calon panitia lapangan juga yang telat, cowok. Waktu Ica datang beliau sedang berolahraga dengan didampingi sang danlap. hh..h.. seratus delapan satu.. hh.. hh.. seratus delapan dua..
Widih, Ica langsung merasa sakit perut melihat beliau sit-up.
Untungnya hukuman Ica nggak berat. bending *** kali (jumlahnya rahasia saya dengan danlap, hehe)
tapi patah hatinyaaa.. duhhh. Ica selalu merasa patah hati setiap kali terlambat, meskipun itu “cuma” satu menit.
Pokonya, besok nggak boleh terlambat lagi!!!